
SMAN 1 Megamendung Gelar Sosialisasi SPMB 2025: Hadirkan Kepala Desa, Perwakilan SMP/MTS dan Orang Tua Siswa
Megamendung, 26 Mei 2025 — SMAN 1 Megamendung menggelar acara sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 pada hari Senin (26/5), bertempat di aula SMAN 1 Megamendung. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan SMP dan MTS se-Kecamatan Megamendung, para kepala desa, hingga orang tua siswa serta para siswa tingkat SMP dan MTS.
Hadir dalam acara tersebut 10 kepala desa dan perangkat desa dari wilayah Megamendung, di antaranya Kepala Desa Sukamahi, Sukamaju, Kuta, Cipayung, Sukagalih, Sukaresmi, Sukamanah, Gadog, Cipayung Girang, serta Sekretaris Desa Pasir Angin. Kehadiran para tokoh masyarakat ini menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap kelancaran proses penerimaan siswa baru di tingkat SMA di Kecamatan Megamendung.
Acara sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan menyeluruh kepada masyarakat, khususnya pihak sekolah tingkat menengah pertama dan para orang tua, terkait sistem terbaru dalam penerimaan siswa baru. Tahun ini, sistem yang sebelumnya dikenal sebagai PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), resmi berubah nama menjadi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru).

SMAN 1 Megamendung Gelar Sosialisasi SPMB 2025
Pengawas Pembina SMAN 1 Megamendung, Dul Kamid, S.Pd., M.Pd., menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, beliau menjelaskan dasar hukum serta kebijakan dari Kemendikbudristek dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melandasi pelaksanaan SPMB 2025.
“Tujuan dari SPMB 2025 ini adalah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang setara melalui jalur afirmasi, domisili, perpindahan orang tua, prestasi, serta untuk siswa berkebutuhan khusus,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan, mendorong prestasi akademik dan non-akademik siswa, serta memperkuat peran serta masyarakat dalam proses penerimaan murid baru.
Kepala SMAN 1 Megamendung, Fitriyani, S.Si., M.Pd., juga turut memberikan arahan dan penjelasan penting mengenai kebijakan baru dalam SPMB 2025. Salah satu poin utama yang ia sampaikan adalah adanya Tes Standar, yang menjadi perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Ibu Fitriyani menyampaikan bahwa Tes Standar ini akan dilaksanakan manakala ada pendaftar yang memiliki bobot atau nilai yang sama, mulai dari jarak rumah ke sekolah, nilai rapot dan usia.
“Tes Standar ini dirancang untuk memastikan kualitas input siswa yang merata, sekaligus menjunjung asas keadilan dalam proses seleksi,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya penyelenggaraan SPMB yang bersih dan bebas dari segala bentuk kecurangan, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Di lain pihak, Iis Yuliani, selaku perwakilan orang tua siswa yang hadir pada acara tersebut, mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya sosialisasi SPMB 2025 tersebut.
“Saya sangat senang. Karena dengan adanya acara Sosialisasi SPMB ini, informasi mengenai mekanisme SPMB 2025 jadi semakin jelas,” ujarnya kepada tim Smanim News.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Megamendung dapat memahami secara utuh sistem baru SPMB dan bersinergi demi terciptanya proses penerimaan murid baru yang adil, transparan, dan berkualitas.
Sekedar untuk diketahui, SPMB 2025 untuk tingkat SMA/SMK dan SLB akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 10-16 Juni 2025 untuk tahap 1, dan 24 Juni-1 Juli 2025 untuk tahap 2. Di mana tahap 1 untuk jalur Afirmasi, Domisili & Mutasi sedangkan tahap 2 untuk jalur Prestasi Akademik dan Non Akademik.
(kgp)



