
Kegiatan workshop bertajuk Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) telah sukses dilaksanakan di SMAN 1 Megamendung pada tanggal 7 hingga 8 April 2026. Workshop ini diikuti oleh para guru dari berbagai mata pelajaran dengan jumlah peserta 72 orang, yang dilaksanakan di unit satuan pendidikan SMAN 1 Megamendung Kab. Bogor tepatnya Jl. Pasir Kaliki Desa Sukamaju Kec. Megamendung Kab. Bogor dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Workshop ini didukung oleh sumber anggaran dari Dana BOSP Tahun 2026, yang dialokasikan untuk peningkatan kompetensi guru dan penguatan mutu layanan pendidikan. Pemanfaatan dana tersebut juga selaras dengan program pengembangan sekolah sebagai bagian dari kawasan zona integritas, yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.
Fitriyani, S.Si., M.Pd. (Kepala sekolah) dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Oleh karena itu, workshop ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari konsep dasar pembelajaran mendalam, strategi implementasi di kelas, hingga praktik penyusunan modul ajar berbasis deep learning. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi, studi kasus, dan simulasi pembelajaran yang interaktif, sehingga peserta dapat langsung memahami penerapan konsep tersebut.
Dr. Eneng Susilawati, M.Sc Widyaiswara Ahli Madya di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat sebagai narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi pendidikan dan fasilitator berpengalaman yang telah mengimplementasikan pembelajaran mendalam di berbagai sekolah. beliau memberikan wawasan sekaligus inspirasi kepada peserta tentang bagaimana menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Hal ini tercermin dari keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, serta keterlibatan dalam setiap sesi praktik. Diharapkan, hasil dari workshop ini dapat langsung diimplementasikan di kelas masing-masing sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa di SMAN 1 Megamendung.
Sebagai penutup, pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan profesional guru. Dengan demikian, transformasi pendidikan menuju pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna dapat terwujud secara optimal.
Penulis,
(Retno Susanto)



